Lakukan Diversifikasi Pangan, Laboratorium ITP FPP UMM Kembangkan Beras Analog “Rasgadan” dan “Rasganin” dari Bahan Lokal Indonesia

Jum'at, 11 Mei 2018 16:47 WIB   Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan

Beras merupakan salah satu sumber pangan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Konsumsi beras penduduk Indonesia rata-rata mencapai 130 kg/per kapita/ tahun, urutan kedua setelah Bangladesh. Pada tahun Tahun 2014 konsumsi beras penduduk negara kita sudah mencapai 33.013 juta ton.  Disisi lain,produksi beras di Indonesia saat ini dikhawatirkan tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dengan seiring bertambahnya penduduk Indonesia. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, pemerintah Indonesia memiliki kebijakan yaitu melakukan import beras. Dalam jangka panjang, impor beras dapat mengancam ketahanan pangan nasional. Untuk itu, perlu dilakukan upaya penganekaragaman pangan atau diversifikasi pangan berbasis pangan pokok non beras. Salah satu yang dapat dilakukan adalah mengembangkan beras analog.

 

Bapak Damat dengan Beras Analog "Rasgadan"

 

Beras analog merupakan tiruan beras yang diolah dari bahan baku berbasis karbohidrat. Bahan yang digunakan untuk beras analog berbasis karbohidrat dapat berasal dari umbi-umbian lokal. Salah satu jenis umbi lokal yang sangat potensial untuk dikembangkan dalah umbi garut. Kelebihan dari umbi garut adalah dapat tumbuh dan berkembang di bawah tegakan tanaman keras lainnya, seperti di bawah tanaman kopi, sawi, dan lain-lain. Disamping itu, umbi garut diketahui memiliki indek glikemik yang rendah, sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai bahan baku beras analog. Disisi lain kasus penyakit degenerative, seperti diabetes mellitus dan kasus defisiensi provitamin A banyak banyak dijumpai di masyarakat. Bertolak dari persoalan tersebut, Laboratoirum Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang yang dikomandani Dr. Ir. Damat, MP mengembangkan beras analog dari pati garut yang dikenal dengan nama “RASGADAN” (Beras Garut Kaya Antioksidan) dan RASGANIN (Beras Garut Kaya Bethasianidin).

 

Pati Garut dengan Ekstrak Buah Naga Butiran Bakal Berasa Analog Beras Analog

 

Rasgadan adalah beras analog dari pati garut yang sudah diperkaya dengan antioksidan sehingga baik dikonsumsi untuk mereka yang sudah mulai terkena penyakit degenerative, seperti diabetes mellitus dan jantung coroner, sedangkan RASGANIN adalah beras analog dari pati garut yang sudah diperkaya dengan antioksidan, sehingga baik dikonsumsi untuk mereka yang sudah mulai terkena penyakit degenerative. Pengembangan RASGADAN dan RASGANIN ini merupakan salah satu bukti nyata bagai UMM untuk turut memberikan sumbangsih pengembangan produk pangan guna memperkuat ketahanan pangan nasional. (ITP)

 

Tulisan dan Dokumentasi : Bapak Dr. Ir. Damat, M.

Shared: